komputer ternyata uda pada canggih ya, gak usah berat-berat bawa monitor ama sistem unit bolak-bolak kemane aje (kemane aje bu??).

jika membahas tentang komputer, maka saya ingat kata-kata guru saya dulu, dia bilang : “saya akan beli komputer sampai gak ada lagi komputer yang terbaru, ngapain beli komputer sekarang, ntar juga ada lagi yang lebih canggih”

artinya, komputer itu semakin hari semakin canggih,semakin banyak hal-hal yang bersifat fisik bisa dikerjakan tuh ama komputer. so pengangguran jadi banyak (lha,,?)

balik lagi, semakin canggih ntu komputer, semakin banyak juga ilmu pengetahuan yang bisa digali yang sebelumnya belum diketahui. implikasinya bidang pendidikan pun akan semakin meningkat.

begitu juga dengan jurusan Proteksi tanaman (HPT). perkemabangan sistem pembelajaran di HPT memerlukan spesimen yang tidak bisa dibawa saat kuliah. alternatifnya, sang dosen menyimpan gambar/video tentang spesimen tadi di komputer. dan diperlihatkan saat kuliah. kita jadi bisa tau yang mana Nezzara viridula, yang mana Atacus atlas. so, terbantu sekali dengan adanya komputer.

atau lebih dalem lagi, dengan software aplikasi yang ada dikomputer, kita bisa merekam suara berbagai macam tonggeret. walaupun satu spesies, tapi suara yang dihasilkan bisa berbeda. dan hal ini baru bisa diketahui setelah adanya komputer.

ada juga cerita unik dari HPTe’rs jerman. dia bisa mendengar suara-suara di dalam tanah untuk memberantas hama tanaman disana. dari suara itu bisa dikenali jenis hamanya. dan itu semua memakai aplikasi komputer. keren kan,, belum ada di kita.

jadi, manfaatkanlah komputer sebaik-baiknya, jangan sampai komputer ada hanya buat facebook-an doang. gunakan untuk kemajuan ilmu pengetahuan, siapa tahu, di masa depan, anda adalah peneliti hama penyakit tanaman. kalo gak ngerti komputer, kapan majunya??,

oke kawan, semangat,,

The TOEFL Test, is the most widely accepted English-language assessment used at more than 7,300 institutions in 130 countries including the U.K., U.S. and Canada. The test is divided into four sections – Reading, Writing, Listening and Speaking.

Here are some pointers and resources to help you get on your way to score well for the test.

1.Find something interesting to read and listen to, then practice speaking and writing about it.

Listen to Podcasts, recorded lectures – check the website of your favorite University. Go to news websites such as Ndtv.com, ibnlive.com, timesofindia.com. Read up on your favorite subjects on popular websites such as wikipedia.org. Tell a friend or family member about what you learned.

2.Work with a speaking partner, preferably with a native speaker of English or try an online video chat! The more opportunity you have to speak the language, the more familiar you will become.

3.Take on the role of a great journalist: Take good notes and use them to make summaries.

4.Make vocabulary flash cards and pretend you are a contestant on a vocabulary quiz show. Carry the flash cards with you often. They are a great way to make a bus ride go by quickly.

5.Visit TOEFL-TV on YouTube. www.youtube.com/TOEFLtv for great resources and tips from English language instructors and students that have taken the TOEFL test.

6. Reading Tips

Practice summarizing and paraphrasing texts. Use charts and outlines to organize the ideas in a text.  Practice speed reading techniques. Practice reading (and answering questions) on a computer screen. Expand your vocabulary with daily-use vocabulary cards.

7. Listening Tips

i. Listen for basic information – did you comprehend the main idea, major points and important details?
ii. Listen for “pragmatic” understanding – Can you recognize a speaker’s attitude? What is the purpose of the speech? What is their role? Are they an authority or are they a passive part of the conversation?
iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.

8. Speaking Tips

Read aloud a short article from a newspaper, campus newspaper, magazine, textbook, or the Internet. Write down 2 – 3 questions about the article.

With a speaking partner – Answer the questions. Outline the main points of the article. Give a one-minute oral summary of the article. Express your opinion about it. If there is a problem discussed, give the solution.

  • Speaking Tips – Pronunciation
  • Speak in s-l-o-w motion. You could imitate American or British intonation and rhythm patterns. You could also work on problematic sounds, such as:

[ t ] and [ d ] – uncurl your tongue
[ p ], [ t ], and [ k ] – add some air!
[ p ] and [ b] – close your lips
[ f ] and [ v ] – lower lip to teeth

  • Find an accent reduction coach
  • Your pronunciation doesn’t have to be perfect, but native speakers should be able to understand you.

iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.

9. Writing Tips

Find a writing buddy who can give you feedback. Read an article and find listening material on the same topic. Write a summary of each. Explain the ways they are similar and the ways they are different.

10. Combine all your skills!

Find listening and reading materials on the same topic from the library or Internet (e.g., news websites such as ndtv.com). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute oral summary of each.

Explain how the two relate in a short written response (150 – 225 words). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute speech about the same.

Use free resources: www.TOEFLGoAnywhere.org, download TOEFL iBT Tipswatch video clips highlighting study practices, download sample questions, join communities on SMS GupShup for free updates.

(This TOEFL article was submitted by Archana Kori from the the-practice.net. )

Free Resourses: Build GRE Vocabulary Free on LearnWordlist.com

sumber..http://scholarship-positions.com/top-10-tips-for-toefl-test/2010/03/12/

Mari kita mengulas sedikit tentang kepemimpinan yang diambil dari buku karya dua orang yang dikenal dunia sebagai leading authory, James Kouzes dan Barry Posner. Dalam bukunya itu –Credibility- mereka banyak bercerita tentang kredibilitas seorang pemimpin. Kredibilitas, kata Kouzes-Posner, adalah landasan sekaligus faktor penentu dari kepemimpinan. Ia merupakan semacam fondasi yang menjadi landasan bagi pemimpin dengan orang yang dipimpimnya (constituent) dalam membangun dan mencapai ”grand dream” organisasi di masa depan. Tanpa kredibilitas, visi tak akan ada artinya dan relationship antara pemimpin dan constituent-nya menjadi porak-poranda. Karena peran kritikal ini, kredibilitas pemimpin menjadi semacam ”nyawa” dari kepemimpinan.

Kredibilitas, masih menurut Kouzes-Posner, bersumber pada tiga dimensi kepemimpinan, yaitu kejujuran (honesty), kompetensi (competence), dan inspirasi (inspiration). Riset eksekutif yang dilakukan dua pakar dari Santa Clara University ini menghasilkan kesimpulan bahwa para pemimpin bisnis top di dunia hampir pasti memiliki tiga unsur tersebut. Agar pemimpin kredibel di mata pengikutnya, ia harus dapat dipercaya serta satu kata antara kata dan perbuatan. Ia juga harus memiliki knowledge dan kemampuan memimpin. Di samping itu, ia juga harus dinamis, antusias, serta memiliki energi untuk menggerakkan dan menginspirasi seluruh pengikutnya.

Lebih lanjut Kouzes-Posner menguraikan bahwa untuk membangun kredibilitas – kejujuran, kompetensi, inspirasi – setidaknya dibutuhkan tiga fase proses. Ketiga fase proses tersebut kait-mengait dan saling menguatkan. Pertama, menciptakan kejelasan (clarity) mengenai kebutuhan, kepentingan, nilai-nilai bersama, visi, tujuan, hingga aspirasi sang pemimpin berseama dengan constituent-nya. Ketika kejelasan ini ada, setiap orang di dalam organisasi akan memiliki prinsip arahan mengenai kemana organisasi akan dibawa. Di samping itu, dengan adanya kejelasan itu, setiap unsur oraganisasi juga akan tahu persisi kunci keunggulan bersaing oraganisasi yang akan menjadi penentu suksesnya.

Kedua, membangun kesatuan (unity) seluruh jajaran organisasi dalam membawa organisasi ke satu titik tujuan tertentu. Seorang pemimpin yang kredibel akan mampu membangun komunikasi dengan shared vision dan shared value yang sama, di tengah keragaman nilai, kepentingan, pandangan, dan keyakinan yang ada di dalam oraganisasi. Kesatuan ini ada bila seluruh jajaran organisasi bahu membahu dalam mendukung aspirasi dan tujuan organisasi yang telah disepakati bersama. Jadi, seluruh jajaran organisasi tak hanya cukup mengetahui ke mana perusahaan akan menuju, tapi lebih jauh lagi mereka memiliki kesepakatan dan komitmen bersama bahwa shared vision dan shared values di atas merupakan faktor kunci bagi kesuksesan organisasi.

Ketiga, mengembangkan intensitas (intensity), yaitu kedekatan dan ikatan emosi antara pemimpin dengan constituent-nya. Kejelasan dan kesatuan merupakan unsur esensial dalam proses membangun dan memperkokoh kredibilitas pemimpin. Namun, itu saja tidak cukup. Pemimpin juga membutuhkan intensitas emosional agar seluruh jajaran organisasi memiliki kesungguhan dan sepenuh hati dalam mencapai visi dan tujuan perusahaan. Ketika shared value dirasakan secara mendalam dan sepenuh hati oleh segenap jajaran organisasi, kecenderungan tercapainya kesatuan antara kata dan perbuatan juga akan menjadi besar. Kalau ini terjadi, ia akan mempengaruhi keseluruhan kinerja perusahaan